Alfirdaus Samarinda

Blog

Berita dan Artikel Terbaru

Sadar Gender dan Sex Education

Sadar Gender dan Sex Education di SD Al-Firdaus Islamic School

Kegiatan untuk anak-anak kelas 5&6 mengenai sadar gender dan sex Education di SD Al-Firdaus Islamic School.

Anak-anak SD menjelang baligh sudah seharusnya bahkan sejak dini mereka mulai dikenalkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan pokok-pokok pendidikan sex, dan terkadang kita sebagai orangtua sekalipun susah untuk menyampaikan kepada anak. Dalam kegiatan ini disampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan pendidikan sex tersebut dalam perspektif islam, yaitu diantaranya :

1. Menanamkan rasa malu pada anak
Rasa malu seharusnya ditanamkan kepada anak sejak dini. Jangan kita sebagai orangtua membiasakan anak-anak, walau masih kecil, bertelanjang di depan orang lain; misalnya ketika keluar kamar mandi, berganti pakaian, dan sebagainya. Dan membiasakan anak untuk selalu menutup auratnya.

2. Menanamkan jiwa maskulinitas pada anak laki-laki dan jiwa feminitas pada anak perempuan.
Orangtua memberikan pakaian yang sesuai dengan jenis kelamin anak, sehingga mereka terbiasa untuk berprilaku sesuai dengan fitrahnya.
Mereka juga harus diperlakukan sesuai dengan jenis kelaminnya. Ibnu Abbas ra. berkata:
Rasulullah saw. melaknat laki-laki yang berlagak wanita dan wanita yang berlagak meniru laki-laki. (HR al-Bukhari).

3. Memisahkan tempat tidur mereka
Sebaiknya anak dalam usia antara 7-10 tahun sudah mulai dipisahkan tempat tidur mereka. Karena dalm usia ini anak mengalami perkembangan yang pesat. Anak mulai melakukan eksplorasi ke dunia luar. Anak tidak hanya berpikir tentang dirinya, tetapi juga mengenai sesuatu yang ada di luar dirinya.
Pemisahan tempat tidur merupakan upaya untuk menanamkan kesadaran pada anak tentang eksistensi dirinya. Dengan pemisahan tempat tidur dilakukan terhadap anak dengan saudaranya yang berbeda jenis kelamin, secara langsung ia telah ditumbuhkan kesadarannya tentang eksistensi perbedaan jenis kelamin.

4. Mengenalkan waktu berkunjung (meminta izin dalam 3 waktu)
Ada tiga ketentuan waktu yang tidak diperbolehkan anak-anak untuk memasuki ruangan (kamar) orang dewasa kecuali meminta izin terlebih dulu (mengetuk pintu misalnya) adalah: sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya. Dengan pendidikan semacam ini ditanamkan pada anak maka ia akan menjadi anak yang memiliki rasa sopan-santun dan etika yang luhur.

5. Mendidik menjaga kebersihan alat kelamin.
Mengajari anak untuk menjaga kebersihan alat kelamin selain agar bersih dan sehat sekaligus juga mengajari anak tentang najis. Anak juga harus dibiasakan untuk buang air pada tempatnya (toilet training).
Dengan cara ini akan terbentuk pada diri anak sikap hati-hati, mandiri, mencintai kebersihan, mampu menguasai diri, disiplin, dan sikap moral yang memperhatikan tentang etika sopan santun dalam melakukan hajat.

6. Mengenalkan mahram-nya
Tidak semua perempuan berhak dinikahi oleh seorang laki-laki. Siapa saja perempuan yang diharamkan dan yang dihalalkan telah ditentukan oleh syariat Islam. Ketentuan ini harus diberikan pada anak agar ditaati.

Dengan memahami kedudukan perempuan yang menjadi mahram, diupayakan agar anak mampu menjaga pergaulan sehari-harinya dengan selain wanita yang bukan mahram-nya. Inilah salah satu bagian terpenting dikenalkannya kedudukan orang-orang yang haram dinikahi dalam pendidikan seks anak.

7. Mendidik anak agar selalu menjaga pandangan mata
Telah menjadi fitrah bagi setiap manusia untuk tertarik dengan lawan jenisnya. Namun, jika fitrah tersebut dibiarkan bebas lepas tanpa kendali, justru hanya akan merusak kehidupan manusia itu sendiri. Karena itu, jauhkan anak-anak dari gambar, film, atau bacaan yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi.

8. Mendidik anak agar tidak melakukan ikhtilât
Ikhtilât adalah bercampur-baurnya laki-laki dan perempuan bukan mahram tanpa adanya keperluan yang diboleh-kan oleh syariat Islam. Perbuatan semacam ini pada masa sekarang sudah dinggap biasa. Karena itu, jangan biasakan anak diajak ke tempat-tempat yang di dalamnya terjadi percampuran laki-laki dan perempuan secara bebas.

9. Mendidik anak agar tidak melakukan khalwat
Dinamakan khalwat jika seorang laki-laki dan wanita bukan mahram-nya berada di suatu tempat, hanya berdua saja. Biasanya mereka memilih tempat yang tersembunyi, yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Anak-anak sejak kecil harus diajari untuk menghindari perbuatan semacam ini. Jika dengan yang berlainan jenis, harus diingatkan untuk tidak ber-khalwat.

10. Mendidik etika berhias
Berhias berarti usaha untuk memperindah atau mempercantik diri agar bisa berpenampilan menawan yang dilakukan secara berlebihan, sehingga menimbulkan godaan bagi lawan jenisnya. Tujuan pendidikan seks dalam kaitannya dengan etika berhias adalah agar berhias tidak untuk perbuatan maksiat.

11. Ihtilâm dan haid
Ihtilâm adalah tanda anak laki-laki sudah mulai memasuki usia balig. Adapun haid dialami oleh anak perempuan. Mengenalkan anak tentang ihtilâm dan haid tidak hanya sekadar untuk bisa memahami anak dari pendekatan fisiologis dan psikologis semata.
Jika terjadi ihtilâm dan haid, Islam telah mengatur beberapa ketentuan yang berkaitan dengan masalah tersebut, antara lain kewajiban untuk melakukan mandi.

Yang paling penting, harus ditekankan bahwa kini mereka telah menjadi Muslim dan Muslimah dewasa yang wajib terikat pada semua ketentuan syariah. Artinya, mereka harus diarahkan menjadi manusia yang bertanggung jawab atas hidupnya sebagai hamba Allah yang taat.

Itulah beberapa hal yang harus diajarkan kepada anak berkaitan dengan pendidikan seks. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on twitter

PAUD Qur’ani Al Firdaus Samarinda

PAUD Qur'ani Al Firdaus Samarinda
Paud Qur'ani Al-firdaus

Paud Qur’ani Alfirdaus Berdiri sejak 23 Mei 2014 Di bawah Naungan Yayasan Uswatun Hasanah. Dimana Paud Qur’ani Alfirdaus itu sendiri terdiri dari PA (Pengasuhan Anak), KB (Kelompok Bermain), TK (Taman Kanak-kanak). Yang mana memiliki satu visi dan misi Mencetak Generasi Qur’ani yang cerdas, kreatif, inovatif dan berakhlak mulia sedari balita. Kami juga ingin mewujudkan pendidikan yang islami dengan menggunakan pendekatan Al qur’an dan hadist.

Paud Qur’ani Alfirdaus memiliki program-program pembelajaran unggulan antara lain :

  • Menggunakan metode UMMI mengajarkan membaca al qur’an
  • Tahfid metode Tabarok bertujuan untuk menanamkan nilai Qur’an dalam jiwa siswa/i melalui perbaikan kualitas bacaan,hafalan serta pemahaman.

Dengan menggunakan metode Tabarok dari mesir alhamdulillah terbukti berhasil mencetak hafidz dan hafidzah berusia balita berkualitas. Dan alhamdulillah kami sudah meluluskan sampai angkatan ke VI. Selain mengajarkan hafalan paud Qur’ani Alfirdaus juga mempunyai program pembelajaran:

  • Pembelajaran Al Islam
  • BCCT (Beyound center and circle time)
  • Kurikulum K 13 – Mencakup lingkup perkembangan moral, agama, fisik, motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional dan seni.